Life Skill

“Life skill ” pada PKBM Griya Cendekia merujuk pada pembekalan keterampilan hidup yang diberikan kepada warga belajar di semua program pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan oleh PKBM Griya Cendekia (Paket A, B, dan C) guna membekali peserta didik agar siap memasuki dunia kerja, menjadi wirausaha, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Life skill mencakup dua aspek yaitu hard skill (keterampilan) dan soft skill (termasuk pemberdayaan). Hard skill (keterampilan teknis) seperti meronting kopi, mengoperasikan komputer, dan lain-lain. Adapun soft skill (keterampilan interpersonal) meliputi komunikasi dan berpikir kritis. 

Contoh jenis life skill dalam pendidikan kesetaraan

  • Keterampilan dasar sehari-hari, seperti memasak, meronting kopi, mencuci pakaian, membersihkan lingkungan sekolah, dan keterampilan personal lainnya.
  • Keterampilan teknis, seperti kerajinan tangan, membuat flyer, memelihara tumbuhan, atau keterampilan spesifik lainnya seperti fotografi dan/atau keterampilan membaca al-Qur’an bagi yang beragama Islam.
  • Keterampilan digital, seperti penggunaan komputer dan penggunaan alat teknologi lainnya seperti cava dan AI (artificial intelligence)
  • Keterampilan sosial dan emosional, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim, berpikir kritis dengan cara berdiskusi, dan membangun rasa percaya diri. 

Tujuan Utama Life Skill di PKBM Griya Cendekia

(Pemberdayaan dan Keterampilan):

  • Menciptakan kemandirian: Membekali warga belajar agar dapat mandiri dan menciptakan lapangan usaha sendiri.
  • Meningkatkan kesiapan kerja: Memberikan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan.
  • Menyetarakan pendidikan: Memberi hak dan status yang setara dengan lulusan pendidikan formal dalam hal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki lapangan kerja.