KURIKULUM HOME SCHOOLING
Kurikulum Home Schooling PKBM Griya Cendekia mengacu pada kurikulum nasional yang ditetapkan pemerintah, tetapi pelaksanaannya lebih fleksibel karena disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, minat, bakat, dan kondisi peserta didik. Home schooling dapat diselenggarakan secara tunggal, majemuk, atau komunitas, dan berada di bawah pembinaan pendidikan PKBM sesuai ketentuan.
Berikut penjelasannya.
- Struktur Kurikulum Home Schooling
Kurikulum Home Schooling terdiri atas beberapa komponen utama:
- Muatan Nasional
- Muatan Lokal
- Pengembangan Life Skill (Kecakapan Hidup)
- Intrakurikuler
- Kokurikuler
- Ekstrakurikuler
- Penguatan Karakter dan Profil Pelajar Pancasila (atau profil lulusan sesuai kebijakan yang berlaku)
Apabila pembelajarannya bersifat individual, proporsi waktu dapat diatur lebih fleksibel dibanding sekolah reguler.
2. Jenjang Pendidikan
A. Jenjang Dasar
Mencakup:
- SD/MI atau Program Paket A (setara SD)
- SMP/MTs atau Program Paket B (setara SMP)
Tujuan:
- membangun kemampuan literasi
- numerasi
- karakter
- dasar ilmu pengetahuan
- keterampilan hidup sehari-hari
Fokus pembelajaran:
- membaca
- menulis
- berhitung
- agama
- bahasa
- sains
- sosial
- seni
- olahraga
- pembiasaan karakter
B. Jenjang Menengah
Meliputi:
SMA/MA atau Program Paket C (setara SMA)
Tujuan:
- memperdalam ilmu pengetahuan
- menyiapkan kuliah
- menyiapkan dunia kerja
- mengembangkan kewirausahaan
- mengembangkan kompetensi sesuai minat
Peserta didik dapat mengambil peminatan sesuai bakat, misalnya:
- sains
- sosial
- bisnis
- teknologi
- bahasa
- seni
- kewirausahaan
- Muatan Nasional
Muatan nasional merupakan mata pelajaran wajib sesuai ketentuan pemerintah.
Contoh mata pelajaran:
- Pendidikan Agama
- Pendidikan Pancasila
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- IPA
- IPS
- Bahasa Inggris
- Seni Budaya
- Pendidikan Jasmani
- Informatika (sesuai jenjang)
Muatan nasional menjadi dasar pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.
- Muatan Lokal
Muatan lokal dikembangkan oleh penyelenggara sesuai karakter daerah dan kebutuhan peserta didik.
Contohnya:
- Bahasa Daerah
- Budaya Lokal
- Kesenian Tradisional
- Pertanian
- Perkebunan
- Perikanan
- Kopi dan Agribisnis
- Batik
- Pariwisata
- Teknologi Lokal
Home schooling memiliki keleluasaan memilih muatan lokal yang relevan.
Sebagai contoh, di daerah penghasil kopi, muatan lokal dapat berupa:
- pengenalan tanaman kopi
- budidaya kopi
- pengolahan pascapanen
- roasting
- manual brew
- kewirausahaan kopi
- Life Skill (Kecakapan Hidup)
Life Skill merupakan ciri penting pendidikan home schooling.
Life Skill meliputi:
a. Personal Skill
- disiplin
- percaya diri
- tanggung jawab
- pengelolaan emosi
- manajemen waktu
b. Social Skill
- komunikasi
- kerja sama
- kepemimpinan
- negosiasi
- etika
c. Academic Skill
- berpikir kritis
- riset sederhana
- pemecahan masalah
- presentasi
- literasi digital
d. Vocational Skill
- memasak
- desain grafis
- fotografi
- coding
- editing video
- bisnis online
- kopi
- pertanian
- tata boga
- menjahit
- Intrakurikuler
Intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran utama untuk mencapai capaian pembelajaran.
Contoh:
- Matematika
- IPA
- Bahasa Indonesia
- IPS
- Pendidikan Agama
- Bahasa Inggris
Dilaksanakan dapat melalui:
- tatap muka
- pembelajaran daring
- proyek
- praktik
- tutorial
- belajar mandiri
- Kokurikuler
Kokurikuler adalah kegiatan yang memperkuat pembelajaran intrakurikuler.
Contoh:
- proyek penelitian
- kunjungan industri
- observasi lapangan
- studi lingkungan
- praktik laboratorium
- proyek kewirausahaan
- proyek sosial
- proyek budaya
Misalnya peserta didik mempelajari tanaman kopi kemudian melakukan observasi ke kebun kopi.
- Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler bertujuan mengembangkan minat dan bakat.
Contohnya:
- olahraga
- seni musik
- tari
- pramuka
- robotik
- coding
- bahasa asing
- bela diri
- fotografi
- jurnalistik
- barista
- public speaking
Pada home schooling, kegiatan ini dapat dilakukan melalui komunitas atau lembaga mitra.
