Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum nasional yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia pada Tahun Ajaran 2026–2027. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan pembelajaran yang lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta mampu mengembangkan kompetensi sesuai dengan potensi, minat, bakat, dan kebutuhan belajar setiap individu.
Bagi pendidikan nonformal, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Kurikulum Merdeka menjadi pedoman penting dalam menyelenggarakan layanan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kurikulum ini memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik dan kondisi lingkungan masing-masing.
Dasar Hukum Kurikulum Merdeka
Penerapan Kurikulum Merdeka memiliki landasan hukum yang kuat, antara lain:
- Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
- Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022.
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024.
Landasan hukum tersebut menjadi dasar bagi seluruh satuan pendidikan, termasuk PKBM, dalam mengembangkan kurikulum operasional sesuai dengan karakteristik masing-masing lembaga.
Ruang Lingkup Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka mencakup berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, antara lain:
- Capaian Pembelajaran (CP) sebagai acuan kompetensi peserta didik.
- Pengembangan karakter melalui nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
- Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
- Asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif.
- Fleksibilitas dalam penyusunan perangkat pembelajaran.
- Pengembangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP).
- Pembelajaran yang kontekstual dan berbasis kebutuhan peserta didik.
Dengan ruang lingkup tersebut, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kemampuan memecahkan masalah.
Penerapan Kurikulum Merdeka pada PKBM
Dalam pendidikan kesetaraan, penerapan Kurikulum Merdeka disesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang sangat beragam. Peserta didik PKBM berasal dari berbagai latar belakang usia, pekerjaan, pengalaman hidup, maupun kebutuhan belajar.
Oleh karena itu, pembelajaran di PKBM lebih menekankan pada:
- Fleksibilitas waktu belajar.
- Pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
- Penguatan kompetensi hidup (life skills).
- Pembelajaran yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
- Pendampingan belajar sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
Model pembelajaran tersebut menjadikan PKBM sebagai lembaga pendidikan yang mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada Kurikulum Merdeka
Dalam Kurikulum Merdeka, guru tidak lagi diwajibkan menyusun RPP dengan format yang panjang dan administratif. Sebagai gantinya, guru menyusun perangkat pembelajaran yang lebih sederhana dan efektif, seperti Modul Ajar atau bentuk perencanaan pembelajaran lain yang memuat komponen penting, yaitu:
- Tujuan pembelajaran.
- Materi pembelajaran.
- Langkah-langkah kegiatan belajar.
- Media dan sumber belajar.
- Asesmen pembelajaran.
- Tindak lanjut hasil belajar.
Penyederhanaan perangkat pembelajaran memberikan kesempatan kepada guru untuk lebih fokus merancang pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik daripada memenuhi beban administrasi.
Pendekatan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka menerapkan pendekatan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik menemukan pengetahuan melalui berbagai aktivitas pembelajaran.
Pendekatan yang dikembangkan antara lain:
- Pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik.
- Pembelajaran kontekstual yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
- Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan kreativitas dan kerja sama.
- Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning).
- Pembelajaran kolaboratif dan partisipatif.
- Pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
PKBM Griya Cendekia Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
Sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan, PKBM Griya Cendekia menggunakan Kurikulum Merdeka dalam penyelenggaraan pendidikan Tahun Ajaran 2026–2027.
Penerapan Kurikulum Merdeka di PKBM Griya Cendekia memberikan keleluasaan kepada para tutor dan guru untuk merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Setiap proses pembelajaran dirancang agar mampu mengembangkan kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter, kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan hidup.
Selain itu, PKBM Griya Cendekia telah menyusun dan mengembangkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) sebagai pedoman utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Dokumen KOSP tersebut memuat visi, misi, tujuan satuan pendidikan, struktur kurikulum, pengorganisasian pembelajaran, asesmen, kalender pendidikan, serta berbagai program pengembangan peserta didik yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat dan kebutuhan belajar di lingkungan PKBM Griya Cendekia.
Komitmen Mewujudkan Pendidikan Bermutu
Melalui implementasi Kurikulum Merdeka, PKBM Griya Cendekia terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berorientasi pada masa depan. Kurikulum ini menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, fleksibel, serta mampu membentuk lulusan yang memiliki kompetensi, karakter yang kuat, dan siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Dengan dukungan tenaga pendidik yang profesional, kurikulum yang terencana, serta semangat untuk terus berinovasi, PKBM Griya Cendekia optimis dapat menjadi salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
