BOGOR – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Griya Cendekia terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inovatif dan adaptif. Melalui kerangka Implementasi Kurikulum Merdeka, PKBM Griya Cendekia menggelar pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bertema “Peta Persebaran Kerajaan di Nusantara”, dengan fokus utama pada pusat peradaban di Palembang dan Pulau Jawa.
Pembelajaran kali ini dilaksanakan secara blended learning (kombinasi tatap muka dan daring). Warga belajar yang berhalangan hadir secara fisik di kelas tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara langsung melalui platform Zoom Meeting. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi literasi digital di PKBM Griya Cendekia, di mana para siswa dilatih untuk memanfaatkan teknologi komunikasi dan platform digital secara produktif dalam proses belajar-mengajar.
Fokus Pembelajaran: Palembang dan Pulau Jawa
- Palembang (Kerajaan Sriwijaya): Melalui eksplorasi peta interaktif dan materi digital, peserta didik menganalisis posisi strategis Palembang sebagai pusat kedatuan maritim terbesar di Asia Tenggara yang menguasai Selat Malaka serta menjadi pusat studi kebudayaan dan perdagangan internasional.
- Pulau Jawa (Tarumanagara, Mataram Kuno, Majapahit, hingga Kesultanan Islam): Siswa memetakan transisi peradaban dari pola agraris di pedalaman hingga kerajaan pesisir, serta memahami bagaimana interaksi budaya Hindu, Buddha, dan Islam membentuk lanskap sosial di Pulau Jawa.
Tujuan Pembelajaran Sejarah Kerajaan Nusantara
- Memahami Akar Identitas Bangsa: Membantu peserta didik menyadari bahwa keberagaman budaya dan tradisi hari ini merupakan warisan proses sejarah yang panjang.
- Mengembangkan Berpikir Kritis, Spasial, dan Digital: Menghubungkan tata letak geografis (peta) dengan strategi politik dan ekonomi masa lalu, sekaligus mengasah keterampilan peserta didik dalam mengoperasikan media pembelajaran berbasis digital.
- Konstruksi Kesadaran Nasional: Menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan terhadap warisan leluhur sebagai modal sosial bangsa.
Makna dan Relevansi dengan Zaman Sekarang
Sejarah kerajaan Nusantara memberikan pelajaran penting untuk era modern:
- Wawasan Kebaharian dan Geo-Politik: Kejayaan Sriwijaya dan Majapahit membuktikan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada pengelolaan wilayah maritim dan jalur perdagangan.
- Toleransi dan Akulturasi Budaya: Kemampuan masyarakat Nusantara menyerap pengaruh luar tanpa kehilangan identitas asli menjadi fondasi penting dalam menghadapi era globalisasi dan dunia digital yang serba terbuka.
Nilai-Nilai Yang Dapat Dipetik
- Kepemimpinan dan Visi Global: Karakter para pemimpin masa lalu yang berpandangan jauh ke depan dalam membangun jejaring internasional.
- Gotong Royong dan Daya Tahan (Resilience): Ketangguhan masyarakat Nusantara dalam beradaptasi dengan perubahan zaman.
- Persatuan dalam Keberagaman: Kesadaran bahwa keragaman suku dan budaya di Indonesia telah terjalin harmonis sejak ratusan tahun lalu.
Mengapa Siswa PKBM Penting Belajar Sejarah Nusantara?
Pembelajaran di PKBM Griya Cendekia memegang prinsip bahwa pendidikan kesetaraan memiliki hak dan kualitas yang sama dalam membangun wawasan kebangsaan dan kecakapan digital. Siswa PKBM—yang memiliki beragam latar belakang dan fleksibilitas waktu—membutuhkan pemahaman sejarah untuk:
- Menguatkan Profil Pelajar Pancasila: Menumbuhkan nalar kritis, kemandirian, kebinekaan global, serta kecakapan teknologi.
- Kontekstualisasi Kehidupan Sehari-hari: Memahami bahwa nilai adaptasi, kewirausahaan lokal, dan diplomasi yang dibutuhkan saat ini telah diteladankan oleh nenek moyang bangsa.
Melalui penerapan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan blended learning, PKBM Griya Cendekia berkomitmen menyajikan pembelajaran yang inklusif, fleksibel, dan bermakna—menjadikan sejarah bukan sekadar materi hafalan, melainkan kompas kehidupan di era digital.
#Pembelajaran IPS dalam Kurikulum Merdeka mengacu pada ATP, untuk mengetahui ATP IPS jenjang pendidikan dasar dan menengah, dapat dilihat pada link berikut:
