PKBM Griya Cendekia Gelar Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) Berbasis Kurikulum Merdeka

CILEUNGSI — Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Griya Cendekia sukses melaksanakan kegiatan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi para peserta didiknya. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai simulasi teknis menghadapi ujian, tetapi juga sebagai momentum strategis untuk mengukur pencapaian kompetensi esensial sekaligus memperkuat karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hakikat dan Tujuan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam Kurikulum MerdekaDalam kerangka Kurikulum Merdeka, asesmen tidak lagi diposisikan sekadar sebagai alat ukur hafalan atau penentu kelulusan semata. Tes Kemampuan Akademik (TKA) berhakikat sebagai instrumen evaluasi holistik yang mengukur kemampuan bernalar tingkat tinggi (higher-order thinking skills), literasi membaca, literasi numerasi, serta pemahaman konseptual yang mendalam.

Tujuan utama pelaksanaan TKA meliputi:

  1. Pemetaan Kompetensi Esensial: Mengevaluasi sejauh mana peserta didik menguasai kompetensi dasar yang krusial untuk melanjutkan studi atau berkontribusi di masyarakat.
  2. Mendorong Pembelajaran Berbasis Penalaran: Menggeser paradigma belajar dari menghafal (memorization) menuju kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah kontekstual.
  3. Refleksi Kualitas Pembelajaran: Memberikan umpan balik yang komprehensif bagi institusi untuk terus meningkatkan efektivitas metode pengajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning).

Manfaat Gladi Bersih TKA bagi Peserta Didik PKBM Griya Cendekia

Pelaksanaan gladi bersih memegang peranan vital dalam mempersiapkan mental dan teknis peserta didik, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal seperti PKBM Griya Cendekia. Beberapa manfaat utamanya meliputi:

  • Adaptasi Teknologi dan Format Soal: Peserta didik dapat mengenali bentuk soal berbasis penalaran serta terbiasa dengan sistem ujian digital yang digunakan, sehingga meminimalkan kecemasan saat hari H pelaksanaan.
  • Manajemen Waktu yang Efektif: Melalui simulasi ini, warga belajar dilatih untuk mengatur durasi pengerjaan setiap soal secara bijak dan efisien.
  • Membangun Kepercayaan Diri: Gladi bersih berfungsi sebagai sarana evaluasi diri bagi peserta didik untuk mengetahui bagian materi mana yang masih perlu diperdalam sebelum ujian yang sesungguhnya.

Kaitan TKA dengan Penguatan Profil Pembelajar PancasilaPelaksanaan TKA di PKBM Griya Cendekia berjalan selaras dengan upaya internalisasi Profil Pembelajar Pancasila. Evaluasi akademik ini bukan sekadar menguji aspek kognitif, melainkan turut merefleksikan pembentukan karakter melalui dimensi-dimensi berikut:

  1. Bernalar Kritis: Soal-soal TKA yang menuntut analisis mendalam melatih peserta didik untuk memproses informasi secara objektif, menganalisis argumen, dan menarik kesimpulan yang logis.
  2. Kemandirian: Dalam proses persiapan hingga pelaksanaan gladi bersih, peserta didik didorong untuk bertanggung jawab penuh atas proses belajar mereka sendiri (independent learners).
  3. Integritas dan Kejujuran: Ujian yang dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran mencerminkan karakter mulia yang senantiasa ditanamkan dalam ekosistem pendidikan PKBM Griya Cendekia.

Penutup

Gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) di PKBM Griya Cendekia merupakan langkah nyata dalam memastikan setiap warga belajar siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan akar karakter bangsa. Dengan persiapan yang matang, komitmen yang kuat, serta dukungan ekosistem belajar yang kondusif, PKBM Griya Cendekia optimis dapat terus mencetak lulusan yang cerdas, kompeten, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Mari bersama-sama wujudkan pendidikan yang bermakna dan memerdekakan potensi terbaik anak bangsa!

 

Menumbuhkan Karakter Berkemajuan melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Inklusif dan Kontekstual di PKBM Griya Cendekia

CILEUNGSI — Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Griya Cendekia bukan sekadar pemenuhan kurikulum formal, melainkan ruang pembentukan karakter dan spiritualitas yang membumi. Lewat pendekatan kontekstual dan inklusif, PKBM Griya Cendekia menghadirkan pembelajaran agama yang relevan dengan kebutuhan hidup sehari-hari para warga belajar.

Latar Belakang

Latar belakang diterapkannya model pembelajaran PAI ini berawal dari keberagaman latar belakang, usia, dan pengalaman warga belajar di PKBM Griya Cendekia. Pendidikan agama sering kali terjebak pada aspek teoretis semata, sehingga penerapannya dalam kehidupan harian kurang optimal. PKBM Griya Cendekia menjembatani celah tersebut dengan merancang pembelajaran agama yang aplikatif, fleksibel, serta ramah bagi semua kalangan tanpa membeda-bedakan latar belakang.

Tujuan Pembelajaran

Pembelajaran PAI di PKBM Griya Cendekia bertujuan untuk:

  • Memperkuat Pemahaman Ibadah Praktis: Memastikan setiap warga belajar memahami dan mampu menjalankan ibadah harian sesuai syariat dengan benar dan percaya diri.
  • Meningkatkan Kemampuan Literasi Al-Qur’an: Melalui program tahsin, warga belajar dibimbing untuk membaca Al-Qur’an secara bertahap sesuai kaidah tajwid.
  • Mewujudkan Pendidikan Inklusif: Menyediakan akses layanan pendidikan agama dan keagamaan yang terbuka, ramah, serta setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pendekatan Kontekstual dan Program Unggulan

PKBM Griya Cendekia menerapkan metode pembelajaran praktis yang disesuaikan secara kontekstual dengan kebutuhan ibadah sehari-hari. Materi difokuskan pada tata cara bersuci (thaharah), penyempurnaan salat fardu dan sunnah, doa-doa harian, serta penerapan akhlak terpuji dalam keluarga dan lingkungan sosial.

Selain itu, program Tahsin Al-Qur’an menjadi nilai tambah yang diberikan untuk mendampingi warga belajar membenahi bacaan Al-Qur’an dari tingkat dasar hingga fasih. Pendekatan ini dilakukan secara personal dan sabar, menyesuaikan kecepatan belajar masing-masing individu.

Manfaat bagi Warga Belajar

Melalui model pembelajaran ini, manfaat nyata yang dirasakan oleh warga belajar antara lain:

  1. Peningkatan Kualitas Ibadah: Warga belajar lebih mantap dan percaya diri dalam menjalankan ibadah harian.
  2. Kemandirian dan Kesadaran Spiritual: Beragama tidak lagi dirasakan sebagai beban hafalan, melainkan kebutuhan hidup sehari-hari.
  3. Terciptanya Lingkungan Belajar yang Hangat: Prinsip inklusivitas membuat seluruh warga belajar merasa dihargai, diterima, dan didukung dalam proses belajar tanpa rasa minder.

Komitmen PKBM Griya Cendekia dalam menyediakan layanan pendidikan agama yang inklusif dan praktis ini diharapkan dapat terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan kokoh secara spiritual.

Catatan: Acuan pembelajaran agama di satuan pendidikan adalahg Capaian Pembelajaran (CP). Mata mata pelajaran agama dan budi pekerti telah dilakukan penyesuaian oleh Pemerintah, info lebih lengkap mengenai CP Mata Pelajaran Agama pada jenjang PAUD, Dasar, dan Menengah dapat dilihat dala link berikut:

https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15636-capaian-pembelajaran-baru-telah-terbit-yang-berubah-hanya-mata-pelajaran-agama-dan-budi-pekerti

Membangun Masa Depan Melalui Pembelajaran Bahasa Inggris di PKBM

Bogor – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan nonformal di Indonesia, yaitu menjembatani kesenjangan akses belajar dan membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang relevan. Di PKBM Griya Cendekia, pembelajaran Bahasa Inggris dirancang secara inklusif dan aplikatif, didorong oleh komitmen untuk memotivasi peserta didik agar aktif serta giat meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris di bawah bimbingan tutor berpengalaman.

Tujuan Pembelajaran Bahasa Inggris di PKBM

Tujuan utama pembelajaran Bahasa Inggris di PKBM bukan sekadar menghafal tata bahasa teoretis, melainkan:

  1. Membangun Kemampuan Komunikasi Fungsional: Membekali peserta didik dengan keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis dasar agar mampu berinteraksi dalam konteks global yang dinamis.
  2. Meningkatkan Daya Saing: Memberikan kesetaraan kesempatan bagi warga belajar nonformal untuk bersaing di dunia kerja modern yang menuntut literasi bahasa asing.
  3. Menumbuhkan Kepercayaan Diri: Mengikis mental hambatan berbahasa (language anxiety) melalui pendekatan belajar yang suportif dan kontekstual.

Filosofi dan Kegunaan Bahasa Inggris bagi Peserta Didik

Secara filosofis, bahasa dipandang sebagai jendela dunia sekaligus instrumen pembebasan dan pemberdayaan diri (empowerment). Sejalan dengan esensi pendidikan kesetaraan, Bahasa Inggris berfungsi sebagai alat strategis untuk:

  1. Perluasan Cakrawala Pengetahuan: Membuka akses terhadap sumber-sumber literatur, informasi digital, dan teknologi global yang sebagian besar menggunakan pengantar Bahasa Inggris.
  2. Adaptasi Sosial-Ekonomi: Mempermudah mobilitas sosial dan partisipasi aktif dalam perekonomian digital, pariwisata, serta industri kreatif yang kian terintegrasi secara internasional.

Metode Pembelajaran yang Tepat

Mengingat karakteristik peserta didik PKBM yang beragam—dari usia remaja hingga dewasa—metode pembelajaran yang diterapkan harus bersifat partisipatif dan komunikatif:

  1. Communicative Language Teaching (CLT): Fokus utama diarahkan pada fungsi bahasa untuk berkomunikasi secara nyata, bukan sekadar aturan gramangkas.
  2. Pembelajaran Berbasis Pengalaman (Experiential Learning): Mengaitkan materi dengan situasi kehidupan sehari-hari, kebutuhan dunia kerja, atau bidang kewirausahaan warga belajar.
  3. Pendekatan Tutor Sebaya & Interaktif: Memanfaatkan bimbingan personal dari tutor berpengalaman untuk mendampingi setiap peserta didik sesuai dengan laju belajar (self-paced learning) masing-masing.

Manfaat Positif bagi Peserta Didik

  1. Segi Pengembangan Kompetensi
  • Peningkatan Literasi Digital: Mempermudah pengoperasian perangkat lunak, aplikasi produktivitas, dan pencarian informasi global.
  • Keterampilan Kognitif: Mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan fleksibilitas mental dalam memproses berbagai informasi lintas budaya.
  1. Segi Karir
  • Nilai Tambah di Pasar Kerja: Menjadi daya tarik utama bagi rekruter di berbagai sektor industri, mulai dari perhotelan, perdagangan, hingga jasa layanan.
  • Peluang Kewirausahaan Global: Membuka peluang ekspansi bisnis—seperti merambah pasar ekspor atau melayani konsumen mancanegara bagi pelaku UMKM.
  1. Segi Masa Depan
  • Akses Mobilitas Global: Membuka peluang lebih luas untuk mendapatkan beasiswa, pelatihan lanjutan, atau program pertukaran pengalaman internasional.
  • Ketahanan Hidup (Resilience): Menjadikan peserta didik pribadi yang adaptif terhadap perubahan zaman dan siap menghadapi tantangan era globalisasi.

Peran Sentral Tutor Bahasa Inggris Berpengalaman dalam Percepatan Belajar

Kehadiran tutor bahasa Inggris yang berpengalaman di PKBM Griya Cendekia memegang kunci utama dalam mengoptimalkan proses transformasi belajar warga belajar melalui pendekatan berikut:

  • Pendekatan Personal & Adaptif: Tutor berpengalaman mampu memetakan tingkat kemampuan awal setiap peserta didik secara akurat, lalu merancang strategi belajar yang fleksibel agar materi lebih cepat dipahami tanpa tekanan.
  • Metodologi Pembelajaran Efektif: Mengombinasikan metode Communicative Language Teaching (CLT) dan Experiential Learning secara proporsional, sehingga teori tata bahasa langsung diaplikasikan dalam praktik komunikasi nyata sehari-hari.
  • Akselerasi Kompetensi (Fast-Track Progress): Dengan teknik pengajaran interaktif, suasana kelas dibuat kondusif untuk mengikis rasa cemas (language anxiety), menumbuhkan keberanian berbicara, serta mempercepat pencapaian target penguasaan kosakata dan struktur kalimat dasar.
  • Mentor Sekaligus Motivator: Tutor tidak hanya mengajarkan materi akademis, tetapi juga mendampingi peserta didik agar tetap giat, aktif, dan termotivasi mengejar ketertinggalan hingga mencapai hasil belajar yang optimal.

Dengan dukungan tutor yang tepat dan berpengalaman, peserta didik di PKBM Griya Cendekia tidak hanya belajar bahasa secara teoritis, tetapi benar-benar dipersiapkan untuk menguasai keterampilan fungsional yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi, perluasan peluang karier, dan kesiapan menghadapi masa depan global.

 

 

 

Kemendikdasmen menerbitkan edaran pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan

Dalam rangka mewujudkan satuan pendidikan sebagai ruang yang aman dan nyaman, dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal, diperlukan upaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, berkarakter, serta meminimalkan berbagai distraksi yang mengganggu proses pembelajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan pedoman pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan budaya belajar yang aman dan nyaman, serta mendukung tumbuh kembang murid secara optimal. Untuk lebih lengkap mengenai kebijakan ini, silakan klik dan unduh link dibawah ini…. 

 

https://www.kemendikdasmen.go.id/pengumuman/15755-se-mendikdasmen-tentang-pembatasan-penggunaan-gawai-di-satuan-pendidikan  

Pengantar Yayasan Griya Cendekia Cileungsi Bogor

Salam hormat kami sampaikan.

Bismilahirahmanirahim,

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa bahwasanya kita masih dapat melaksanakan aktifitas dalam kehidupan sehari-hari. PKBM Griya Cendekia berada dibawah naungan Yayasan Griya Cendekia Cileungsi Bogor yang didirikan pada 13 November 2013 berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-7383.AH.01.04 Tahun 2013, bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat khususnya melalui sektor pendidikan. Kebutuhan dan dinamika perkembangan zaman yang terus berubah seiring globalisasi menuntut kesiapan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu, Yayasan Griya Cendekia berkiprah untuk mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu. Salah satunya adalah mendirikan PKBM Griya Cendekia dengan Nomor NPSN: P9934633. PKBM Griya Cendekia menyelenggarakan Program Paket A, Paket B, dan Paket C yang setara dengan SD, SMP, dan SMA. PKBM Griya Cendekia telah diakreditasi oleh BAN PAUD/PNF (BAN PDM). Ini salah satu bentuk peningkatan mutu layanan pendidikan yang dilakukan oleh pengelola PKBM Griya Cendekia sekaligus mewujudkan akuntabilitas tata kelola penyelenggaraan pendidikan PKBM Griya Cendekia Cileungsi Bogor.

Untuk itu, kami berharap dukungan dari seluruh komponen masyarakat agar tujuan mulia yang ingin dicapai oleh Yayasan Griya Cendekia Cileungsi Bogor dapat terwujud, guna mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat dengan mengedapankan prinsip-prinsip gotong royong dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salam hormat,

ttd

Dr. H. Susari, M.A.

Ketua Umum Yayasan Griya Cendekia Cileungsi Kab. Bogor